marishellafatfood.com – Nostalgia menjadi salah satu bumbu terkuat dalam masakan, terutama bagi mereka yang menggeluti industri kuliner seperti Chef Eric Sze. Setelah satu dekade memasak di New York City, Sze mengungkapkan bahwa pengalamannya memengaruhi cara pandangnya terhadap masakan Taiwan. Setiap kali ia kembali ke kampung halamannya, Taipei, ia berusaha memisahkan antara nostalgia dan kualitas makanan yang sebenarnya. Dalam perjalanannya, Sze menemukan kombinasi unik dari masakan yang mencerminkan beragam budaya, termasuk tradisi lokal dan pengaruh asing.
Dalam upayanya untuk memperkenalkan masakan Taiwan, Sze menyusun panduan tentang tempat-tempat makan terbaik di Taipei, mulai dari kedai sarapan hingga pemandangan bir kerajinan. Misalnya, Fuhang, sebuah stand populer yang terkenal dengan hidangan sarapan, berhasil menarik banyak pengunjung berkat kualitas dan cita rasa yang konsisten. Menawarkan berbagai hidangan seperti shaobing dan soy milk, kesederhanaan dan kelezatannya membuat Fuhang menjadi favorit.
Di sisi lain, Sze juga menyoroti keunikan lu rou fan, hidangan berbahan dasar daging babi yang khas, dan tempat favoritnya, seperti Dadaocheng Luroufan, yang menyajikan masakan dengan sentuhan pribadi. Di samping itu, ia merekomendasikan Taihu, sebuah pabrik bir yang menggabungkan cita rasa Taiwan dan Amerika, sebagai salah satu lokasi yang wajib dikunjungi. Kegiatan kuliner di Taipei menggambarkan keragaman, kedalaman, dan kekayaan budaya makanan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Melalui panduannya, Sze berharap bisa memperkenalkan lebih banyak orang kepada keindahan masakan Taiwan, yang merupakan hasil penggabungan berbagai tradisi dari berbagai latar belakang.