marishellafatfood.com – Kue chiffon dikenal sebagai salah satu jenis kue yang paling lembut dan digemari di Indonesia, sering disebut “kue bolu”. Kue ini biasanya disajikan dalam keadaan polos, terutama pada saat acara ngopi atau teh. Versi oranye dari kue ini sangat populer, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara Asia Tenggara dan Timur lainnya.
Kue chiffon sering kali harus dipanggang dalam loyang khusus bernama tube pan, yang dikenal sebagai loyang kue angel food di Amerika Serikat. Di Asia, loyang berukuran 7 inci sangat umum digunakan, meskipun agak lebih sulit ditemukan dibandingkan loyang berukuran 10 inci. Untuk mendapatkan hasil terbaik, penting menggunakan loyang berbahan aluminium yang tidak dilapisi dengan bahan anti lengket.
Ketika memanggang, kue chiffon cenderung menghasilkan retakan di bagian atas. Namun, dengan teknik yang tepat, pembuat dapat mengontrol retakan ini. Salah satu caranya adalah dengan mengeluarkan kue dari oven setelah 15 menit dan memotong goresan di atasnya. Ini memberikan tampilan yang lebih estetis, sehingga kue bisa disajikan tanpa perlu membalik bagian atas dan bawah.
Selanjutnya, penting juga untuk mendinginkan kue dengan cara membalikkan loyang. Cara ini mencegah kue dari risiko terjatuh setelah matang. Setelah kue dingin sepenuhnya, barulah dapat dikeluarkan dari loyang. Proses ini sangat menentukan agar kue chiffon tetap utuh dan tidak mengempis.
Dengan panduan tepat dalam proses pembuatan, siapa pun bisa berhasil membuat kue chiffon oranye yang lezat dan tampil menarik.