marishellafatfood.com – Burger Buto, kuliner legendaris asal Malang, kini hadir untuk memuaskan para pencinta makanan di Kota Kediri dan sekitarnya. Burger ini dikenal karena ukurannya yang jumbo, hampir empat kali lipat dari burger biasa.
Didirikan oleh Mike Ragnar, Burger Buto memiliki bentuk yang terinspirasi dari celetukan sang pendiri saat membuat adonan yang tampak besar. Ia mengatakan, “Istimewanya adalah (bentuknya) besar dan sangat murah.” Dengan lebih dari dua dekade menjalankan usaha ini, mereka menawarkan empat varian burger utama: Burger Buto, Burger Ijo, Burger Keceng, dan Buto Long, masing-masing dengan cita rasa dan bentuk yang unik.
Burger Buto memiliki diameter 17 cm, terbuat dari daging sapi. Variasi lain, Buto Keceng, berbentuk lonjong dengan panjang 60 cm dan diisi kebab daging sapi. Buto Long, hampir serupa dengan Buto Keceng namun berisi daging ayam, sedang Buto Ijo, unik dengan diameter 27 cm dan lubang di tengahnya, berisi chicken nugget dengan roti berwarna hijau alami.
Semua roti yang digunakan dalam burger ini tidak menggunakan bahan pengawet dan diantarkan segar dari Malang. Ada pula varian es segar sebagai pendamping, menambah kenikmatan saat menyantap burger.
Sejak dibuka pada bulan April lalu, Burger Buto telah diterima baik oleh masyarakat Kediri, dengan varian Burger Buto dan Buto Long menjadi favorit. Dengan harga mulai Rp 18.000, burger ini ramah kantong dan ideal untuk disajikan dalam suasana kebersamaan keluarga, dapat dinikmati hingga 7-8 orang.
Selain menjajakan kelezatan, Burger Buto juga mendukung pemberdayaan kaum disabilitas. Mike menjelaskan bahwa di Malang, mereka telah memberdayakan 11 penyandang disabilitas dan berharap bisa melakukan hal serupa di Kediri di masa depan.