marishellafatfood.com – Tempeh, makanan khas Indonesia, menjadi salah satu bahan yang dirindukan banyak orang, terutama bagi pencinta masakan Indonesia. Meskipun tersedia di beberapa toko, kualitas dan rasa tempeh yang dijual sering tidak memuaskan. Oleh karena itu, banyak yang berusaha untuk membuat tempeh sendiri di rumah sebagai alternatif yang lebih baik.
Untuk membuat tempeh homemade, diperlukan tiga bahan utama: kedelai kering, cuka, dan starter tempeh. Pemilihan kedelai yang berkualitas baik sangat penting, seperti kedelai organik non-GMO. Kedelai yang bagus akan menghasilkan tempeh yang lebih lezat. Selain itu, penggunaan cuka, seperti cuka beras, dapat memberikan nuansa rasa yang lebih otentik.
Proses pembuatan tempeh melibatkan beberapa langkah. Pertama, kedelai harus direndam selama 12 jam, kemudian diolah untuk menghilangkan kulitnya. Ini adalah proses yang memakan waktu, namun penting untuk memastikan starter dapat menembus kedelai dan memfermentasi dengan baik. Setelah kedelai terolah, campurkan dengan cuka dan starter tempeh, lalu masukkan ke dalam kantong plastik dengan lubang agar proses fermentasi dapat berlangsung.
Suhu ideal untuk fermentasi tempeh berkisar antara 31°C hingga 35°C. Jika tidak memiliki alat fermentasi khusus, oven bisa menjadi alternatif dengan menggunakan bola lampu oven untuk menjaga suhu. Beri waktu sekitar 24 hingga 48 jam untuk mendapatkan tempeh yang sempurna.
Untuk penyimpanan, tempeh yang sudah jadi dapat disimpan di kulkas hingga 10 hari atau dibekukan hingga 10 bulan. Pastikan untuk menyimpannya dalam kantong yang tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi. Dengan cara ini, pencinta masakan Indonesia bisa menikmati tempeh berkualitas ala rumahan kapan pun mereka mau.