marishellafatfood.com – Bakery tersebar di Amerika Serikat semakin meningkat sejak pandemi, dengan kehadiran warung roti yang memanfaatkan pengaruh budaya dan sejarah pribadi para pembuat kue. Tren ini tidak hanya melanjutkan kreativitas yang muncul selama masa sulit, tetapi juga menciptakan interpretasi baru terhadap pastry tradisional dan non-tradisional.
Salah satu contohnya adalah Berlu Bakery di Portland, Oregon, yang dibuka kembali oleh Chef Vince Nguyen pada bulan Juni 2025. Berlu menawarkan berbagai hidangan yang terinspirasi oleh masakan Vietnam, seperti pandan bánh bò nướng dan tart telur kelapa dengan lapisan kuning telur asin. Nguyen sebelumnya sukses dengan restoran Berlu yang menawarkan fine dining, tetapi kini fokus pada pengalaman santapan santai.
Di Philadelphia, Kenan Rabah dari Majdal Bakery menyajikan hidangan yang berakar pada warisan Golan Heights, daerah yang telah diduduki Israel sejak 1967. Rabah menampilkan flatbread dan kue tradisional dengan cita rasa yang melambangkan nostalgia dan sejarah.
Sementara itu, Mille Fête di Honolulu menunjukkan inovasi dalam pastry yang terpengaruh oleh tradisi Asia-Amerika, dengan hasil seperti kue roti bakar nanas dan pai sbobet kimchi. Penghormatan terhadap tradisi lokal ini hadir di tengah gentrifikasi.
Georgia Macon, yang pindah ke Portland, Maine, dari St. Louis, juga memberikan sentuhan pribadi melalui food truck yang menyajikan pastry terinspirasi dari pengalaman dan rasa masa kecilnya. Pastry yang ditawarkan termasuk roti cinnamon serta berbagai jenis croissant.
Secara keseluruhan, kehadiran bakery-bakery ini tidak hanya menambah keragaman kuliner, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal dan personal. Hal ini menunjukkan bahwa tak hanya rasa, tetapi juga cerita di balik setiap hidangan memberikan nilai lebih yang sangat dihargai oleh masyarakat.