marishellafatfood.com – Dua dekade yang lalu, dunia kuliner dipenuhi dengan alat dan kebiasaan yang membentuk karakter para koki masa itu. Sejumlah koki yang sedang naik daun di awal 2000-an diminta untuk mengenang kembali barang-barang yang mereka bawa, terutama dalam sebuah tas yang mereka bawa setiap hari. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun zaman telah berubah, beberapa item tetap relevan.
Beberapa koki mengungkapkan kebiasaan yang lazim pada waktu itu. Lane Regan, mantan koki Piccolo Sogno, mengingat bahwa merokok di gang belakang dianggap biasa pada masa itu. Jamie Bissonnette, mantan koki Eastern Standard, menyebutkan bahwa ia selalu membawa buku “White Heat” karya Marco Pierre White, yang menjadi panutannya.
Di sisi lain, Laurent Tourondel, yang kini menjalankan Laurent Tourondel Hospitality, menyoroti bahwa saat itu merupakan awal dari kultur pisau Jepang yang mulai berkembang di kalangan para profesional kuliner. Andrew Carmellini, yang pernah bekerja di Café Boulud, mengenang memorabilia dari Subway Inn di New York City, tempat para pekerja dari restoran berkelas berkumpul.
Koki Anita Lo menceritakan soal sendok spesial yang ia bawa, sedangkan AL menekankan pentingnya buku “Charcuterie” karya Michael Ruhlman. Dalam hal teknologi, iPod generasi keempat dan kelima menjadi tren, membawa nuansa musik yang khas saat itu. Di tengah pergeseran zaman, Moleskine menjadi alat catatan populer sebelum munculnya aplikasi modern seperti Dropbox.
Melalui merefleksikan masa lalu, para koki ini memberi gambaran bagaimana evolusi alat dan kebiasaan di dapur mempengaruhi dunia kuliner saat ini.