marishellafatfood.com – Seorang individu yang dibesarkan di Elmhurst, Queens, mengisahkan pengalamannya tumbuh di kawasan yang memiliki komunitas beragam, termasuk banyak anak-anak asal Asia Selatan. Di tahun 70-an, ia rutin mengunjungi Jackson Heights setiap akhir pekan untuk berbelanja bahan makanan India dan menikmati samosa. Sebagai remaja, ia pindah ke California sebelum kembali ke New York setelah lulus kuliah di pertengahan 90-an, kini tinggal di Manhattan yang lebih dekat dengan Kalustyan’s, satu-satunya toko yang menjual bahan makanan India.
Ia mencatat bahwa saat itu, restoran India di New York hanya menyajikan masakan India Utara, meskipun terdapat berbagai variasi. Kini, generasi kedua dan ketiga dari koki India mulai memasak dan mempromosikan masakan mereka kepada audiens yang lebih luas. Dalam dekade setelah kuliah, ia menjadi model dan berkesempatan mencicipi beragam masakan, terutama masakan Mediterania dan Italia.
Ia mengungkapkan preferensinya untuk makanan yang ringan dan sederhana ketika tidak bekerja, serta jarang mencari restoran baru kecuali direkomendasikan teman. Salah satu restoran yang disukainya adalah Kabawa di East Village, yang mengedepankan masakan Karibia dengan desain yang santai. Dia merasa terhubung dengan makanan dan penghargaan akan budaya kuliner, terutama setelah mengenal hidangan non-vegetarian dari daerah asalnya melalui seorang chef.
Kedekatannya dengan kuliner India juga berlanjut dengan penemuan hidangan baru seperti lobster moilee, serta hidangan yang menggunakan siput yang sebelumnya tidak ia ketahui ada dalam masakan India. Dalam perjalanan kulinernya, ia menunjukkan betapa banyaknya hal baru yang masih bisa dipelajari dalam dunia masakan.