marishellafatfood.com – Dalam dunia kuliner, banana split kembali menjadi pilihan favorit, terutama di kalangan juru masak. Savannah Foltz, chef pastry asal Carolina Utara, mengungkapkan betapa dia menyukai dessert tersebut, yang ia sebut sebagai “pilihan pertama saya di menu.” Favoritnya berasal dari Tad’s Dairy Barn di Virginia Barat, yang menyajikan banana split klasik dengan es krim, saus fudge, dan krim kocok.
Sebagai chef pastry eksekutif di restoran Supperland di Charlotte, Foltz berusaha memberikan sentuhan baru pada banana split. Setiap tahun, restoran ini menawarkan sundae spesial, dan tahun ini mereka memperkenalkan versi unik dari banana split. Foltz menambahkan berbagai tekstur dan rasa dengan memanggang nanas dan mengganti saus stroberi dengan remah stroberi yang memiliki elemen renyah.
Penting untuk dicatat bahwa banana split bukan sekadar dessert nostalgia; ia telah mendapatkan kembali popularitas di banyak restoran. Beberapa chef, seperti Riccardo Menicucci dari Veil & Velvet di Beverly Hills, juga memberikan versi modern pada dessert ini dengan menambah elemen mewah seperti cookie wafer besar dan saus crème anglaise.
Di Siti, sebuah restoran di Austin, chef Laila Bazahm memasukkan unsur budaya Filipina dengan menjadikan pisang brulé sebagai elemen utama, sementara di Oak Park, sebuah restoran di Iowa, terdapat banana split seharga $100 yang menyajikan es krim foie gras dan emas lembaran.
Dengan kreativitas dan inovasi, banana split tidak hanya menjadi sekadar makanan manis tetapi juga sebagai medium bagi chef untuk mengekspresikan diri dan menghormati tradisi kuliner. Momen nostalgia ini kini menjelma menjadi pengalaman kuliner yang lebih istimewa.